Menyelami Besarnya Pahala Berkurban di Hari Raya Idul Adha
Oleh: KH Achmad Chalwani Disarikan dari Pengajian NU Online
Hari Raya Idul Adha atau yang sering disebut sebagai Hari Raya Kurban merupakan salah satu momentum terbesar umat Islam untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Di balik ibadah menyembelih hewan kurban, terdapat rahasia spiritual dan curahan pahala yang sangat luar biasa besar, sejak langkah kaki pertama berniat membeli hewan hingga daging tersebut dinikmati oleh yang berhak.
Dalam sebuah pengajian, KH Achmad Chalwani mengupas tuntas sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengenai rincian keutamaan dan pahala mengagumkan bagi orang-orang yang memilih untuk tidak kikir dan mengorbankan sebagian hartanya di jalan Allah.
Rincian Tahapan Pahala Ibadah Kurban
Berdasarkan penjelasan KH Achmad Chalwani, pahala berkurban tidak hanya dihitung saat hewan disembelih, melainkan diakumulasikan lewat proses atau tahapan yang dilalui oleh shohibul kurban:
1. Pahala Langkah Kaki Saat Membeli Hewan Kurban
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Man khoroja min baitihi ila shiro’il udhiyyati kana lahu bikulli khotwatin asru hasanatin.” Ketika seorang muslim keluar dari rumahnya dengan niat suci menuju tempat penjualan hewan untuk membeli kurban, maka pada setiap satu langkah kakinya akan dianugerahi:
- 10 Kebaikan dituliskan untuknya.
- 10 Keburukan/Dosa dihapus dari catatannya.
- 10 Derajat ditinggikan di sisi Allah SWT.
2. Proses Tawar-Menawar yang Bernilai Tasbih
Uniknya Islam, aktivitas muamalah sehari-hari seperti tawar-menawar harga (nyang-nyangan) antara pembeli hewan kurban dan pedagang tidak luput dari pahala. KH Achmad Chalwani menekankan bahwa ucapan atau dialog tawar-menawar dalam transaksi hewan kurban dihitung oleh Allah SWT seperti pahala membaca Tasbih (Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar).
3. Nilai Setiap Uang (Dirham) yang Dibelanjakan
Setiap mata uang (dirham/rupiah) yang dikeluarkan untuk membayar harga hewan kurban dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT setara dengan melakukan 700 kebaikan. Harta yang digunakan untuk berkurban sama sekali tidak berkurang, melainkan menjelma menjadi investasi akhirat yang sangat besar nilainya.
4. Istighfar dari Seluruh Makhluk Bumi
Saat hewan kurban sudah dituntun dan direbahkan menghadap kiblat untuk disembelih, keajaiban spiritual terjadi. Nabi SAW menjelaskan bahwa pada momen tersebut, seluruh makhluk yang berada di atas bumi (hingga lapis ke-7) akan turun dan serentak memohonkan ampunan (istighfar) atas dosa-dosa orang yang berkurban tersebut.
5. Tetesan Darah yang Menjelma Menjadi Malaikat
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Wa idza uhiroqo damuha kholaqollahu bikulli qothrotin min dabiha asrotun minal malaikati yastagfiruna lahu ila yaumil qiyamah.” Ketika hewan kurban disembelih dan darahnya menetes, maka setiap satu tetes darah yang mengalir, Allah SWT menciptakan 10 malaikat. Tugas para malaikat ini tidak lain adalah terus-menerus memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa orang yang berkurban, dan doa istighfar malaikat ini tidak akan berhenti sampai datangnya Hari Kiamat.
6. Pahala Setiap Suapan Daging
Ketika hewan selesai dikuliti, dipotong, dibagikan, lalu dimasak, maka pada setiap satu suapan nasi beserta daging kurban tersebut yang dimakan oleh manusia, orang yang berkurban mendapatkan pahala yang setara dengan memerdekakan satu orang budak dari keturunan Nabi Ismail AS.
Peringatan Keras Bagi yang Mampu Namun Enggan Berkurban
Mengingat betapa besarnya ganjaran yang disediakan oleh Allah SWT, KH Achmad Chalwani mengingatkan umat Islam agar tidak bersikap pelit atau merasa sayang terhadap hartanya. Beliau mengutip hadis nabi yang memberikan peringatan yang sangat tegas:
“Mangkan lahu sa’atun walam yudlohi fala yaqrobanna mushollana.” > Artinya: “Barangsiapa yang memiliki keluasan rezeki (mampu) namun dia tidak mau berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat (masjid) kami.”
Peringatan ini menunjukkan bahwa orang yang egois dan enggan berbagi melalui kurban, padahal ia diberikan rezeki lebih oleh Allah, seolah-olah "diusir" dari keberkahan jemaah kaum muslimin. KH Achmad Chalwani memberikan perbandingan logis yang menggelitik sekaligus menampar sanubari:
“Dalam setahun, jika dihitung-hitung, berapa banyak uang yang habis hanya untuk membeli rokok? Mengapa untuk membeli seekor kambing kurban setahun sekali kita merasa berat dan eman-eman (sayang hartanya)?”
Ketentuan Jumlah Pengurban (Syariat Kurban)
Di akhir ceramahnya, KH Achmad Chalwani menutup dengan melantunkan syai'ir petunjuk fikih kurban yang mudah diingat oleh jemaah mengenai batas minimal jumlah orang dalam berkurban:
- 1 ekor Kambing/Domba hanya diperuntukkan untuk 1 orang.
- 1 ekor Sapi/Kerbau/Unta boleh ditanggung bersama hingga maksimal 7 orang.
Beliau mencontohkan bagaimana Nabi Ibrahim AS dahulu bahkan menyembelih hingga ribuan hewan kurban sebagai bukti cinta kepada Allah SWT. Oleh karena itu, selagi umur masih dikandung badan dan rezeki masih dititipkan oleh Allah, mari kita bulatkan niat untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha ini.
Semoga Allah SWT memberikan kita kelapangan rezeki dan kemantapan hati agar senantiasa mampu menunaikan ibadah kurban setiap tahunnya. Amin Yabal Alamin.
