TAMU AGUNG PENUH AMPUNAN DAN KEBERKAHAN

Bulan Ramadhan adalah bulan yang senantiasa dirindukan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia. Ia bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender Hijriah, melainkan tamu agung yang membawa limpahan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Setiap detiknya bernilai ibadah, setiap amal dilipatgandakan pahalanya.

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira kepada para sahabat ketika Ramadhan akan tiba, sebagaimana dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:«أَتَاكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ»

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

(HR. Ahmad no. 7148, An-Nasa’i no. 2106)

Hadis ini menunjukkan betapa mulianya Ramadhan dan besarnya kesempatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.

1. Ramadhan: Bulan Pengampunan Dosa

Salah satu keutamaan terbesar Ramadhan adalah ampunan dosa bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Al-Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Hadis ini mengajarkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ibadah yang dilandasi iman dan niat yang tulus hanya karena Allah.

2. Ramadhan dan Keutamaan Puasa

Puasa Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah. Bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun dinilai mulia oleh Allah SWT.

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

(HR. Al-Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

Ini menunjukkan bahwa segala bentuk kesulitan dalam ibadah puasa bernilai mulia dan dicatat sebagai kebaikan oleh Allah.

3. Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Menyambut Ramadhan seharusnya dilakukan dengan persiapan lahir dan batin, di antaranya:

1. Meluruskan niat untuk beribadah dengan ikhlas.

2. Memperbanyak taubat dan memohon ampunan.

3. Mempelajari hukum-hukum puasa agar ibadah semakin sempurna.

4. Menyusun target ibadah, seperti tilawah Al-Qur’an, shalat malam, dan sedekah.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar kita tidak menyia-nyiakan Ramadhan:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ“Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan lalu berlalu sebelum dosanya diampuni.”

(HR. At-Tirmidzi no. 3545, hasan sahih)


Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui kembali. Ia adalah madrasah keimanan, bulan penyucian jiwa, dan momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa. Maka, mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tekad untuk mengisinya dengan amal terbaik.

Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.